Mengapa cincin dijadikan simbol pernikahan? Dan mengapa dari
lima jari, hanya satu yang diberikan kehormatan untuk menaruh simbol
pernikahan ini? Berikut ini kami berikan sejarah, tradisi dan kekuatan sebuah cincin pernikahan..sejarah cincin pernikahan berawal dari Pharaohs of Egypt (pharaoh dari Mesir) yang menjadikan lingkaran sebagai simbol. Lingkaran merupakan sesuatu yang tidak memiliki akhir, mewakili simbol keabadian. Namun pada jaman Romawi lah cincin baru dijadikan sebuah simbol pernikahan.
Dan tahukan Anda, cincin pernikahan pertama berbahan dasar besi. Lalu mulai beralih menggunakan bahan emas karena bahan ini terlihat lebih indah dipadupadankan dengan permata. Simbol pertama yang paling terkenal sebagai penghias sebuah cincin pernikahan yaitu batu ruby merah yang menyimbolkan warna hati. Batu safir berwarna biru yang menandakan surga, namun yang paling didambakan dan tentunya populer tentu saja berlian, sebuah batu permata yang tidak dapat dihancurkan. Memiliki makna yang didambakan oleh semua pasangan bukan?
Berlian berasal dari bahasa Yunani,“adamas” memiliki arti “yang tidak
dapat dikalahkan.” Sebagai salah satu kekayaan alam, berlian
merepresentasikan kekuatan yang tidak terkalahkan, sebuah batu permata
yang tentunya diidamkan oleh setiap calon pengantin, khususnya para
calon pengantin wanita.
Orang Yunani kuno mempercayai berlian berasal dari bintang yang jatuh
ke bumi dan berguna untuk melindungi pemakainya. Sedangkan di India,
tempat pertama kali berlian ditemukan, mempercayai berlian mampu melawan
setan atau mahluk jahat lainnya. Sedikit mirip dengan pemikiran para
astrologer kuno yang mempercayai berlian dapat memberikan rasa cinta
yang abadi, dan menjauhkan dari sihir juga mimpi buruk.
Cincin Pertunangan
Archduke Maximilian dari Austria, merupakan soosk yang perlu
“disalahkan” karena memperkenalkan dan mempopulerkan cincin berlian.
Tahun 1477, Maximilian menghadiahkan kekasihnya, Mary of Burgundy sebuah
cincin berlian dan saat itulah istilah cincin pertunangan mulai muncul.
Berbeda lagi dengan tradisi bertukar
cincin di acara pernikahan. Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh
gereja Yunani Orthodox sekitar tahun 1300-an. Dan sebagai informasi,
cincin sebagai simbol pernikahan masuk ke tanah Paman Sam pada tahun
1940-an.
Cincin pun sampai saat ini tetap dijadikan simbol pernikahan. Dan walaupun setiap jamannya, bentuk cincin pernikahan berubah mengikuti trend. Namun makna yang terkandung dalam cincin ini tentunya tidak berubah, yaitu sebagai pengikat, simbol pernikahan yang seharusnya tidak boleh berakhir sama seperti bentuk cincin yang tidak memiliki akhir.
Sumber : blog.my-weddingbelle.com
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar